Skip to content

Nyaris Kehabisan Nafas dalam Goa Buniayu

Saya memang selalu penasaran untuk mencoba caving. Perjalanan lainnya yang saya lakukan adalah menjelajah isi perut bumi di Goa Buniayu. Area Goa Buniayu dengan luas lahan sekitar 10 hektar dan masih di bawah pengelolaan Perum Perhutani Sukabumi.
Perjalanan kali ini dimulai dari stasiun Kota. Saya dan 2 orang teman naik kereta menuju ke Bogor. Dari Bogor, kami melanjutkan perjalanan dengan kereta ekonomi menuju Sukabumi pada jam 5 sore. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik kereta ekonomi ke luar kota. Pada saat itu, kereta penuh sesak. Karena tidak kebagian tempat duduk, akhirnya saya berdiri dan hanya bersandar sedikit pada pegangan kursi di samping saya. Perjalanan menggunakan kereta ini memakan waktu sekitar 2 jam. Pemandangan yang bisa terlihat sepanjang perjalanan hanyalah sawah, kebuh, dan rumah penduduk. Dengan sedikit semilir udara yang semakin mendekati Sukabumi semakin dingin rasanya.
Sekitar jam 7 kami tiba stasiun Sukabumi. Stasiun kecil namun masih cukup terawat ini letaknya di belakang sebuah pasar. Sampai di stasiun, kami melanjutkan perjalanan mencari angkot carteran. Karena letaknya yang nyempil, kami harus berjalan kaki melewati deretan kios pasar dengan jalanannya yang agak becek. Angkot di kota ini cukup unik. Warna merah dan memutar lagu-lagu disco remix. Di jakarta, jarang banget nih angkot seperti ini.Perjalanan dilanjutkan dengan angkot sewaan yang kira-kira memuat sekitar 8 orang. Dari kota Sukabumi, kami harus menempuh perjalanan lagi sekitar 1 jam menuju tempat perkemahan. Melewati jalanan yang berkelok-kelok, naik dan turun. Rasanya cukup membuat perut ini sedikit mual.

DSC02477
Setibanya di tempat yang dituju, saya melihat sederetan pohon pinus dan tentu saja udara yang dingin. Di tempat ini terdapat tanah agak lapang yang bisa dijadikan tempat utk berkemah. Atau kalau tidak mau repot, kamu bisa juga menyewa rumah penduduk sekitar. Pada waktu itu saya dan teman-teman lainnya lebih memilih untuk berkemah saja.
DSC02449
Goa Buni Ayu ternyata memiliki 2 jenis perjalanan caving yang bisa dilakukan. Terbagi atas Goa Minat Umum (Goa Horizontal) dan Goa Minat Khusus (Goa Vertikal). Sebelum masuk ke goa, saya sempat bertanya-tanya seperti apakah bedanya. Goa horizontal sendiri mempunyai jarak kurang lebih 300m yang bisa ditempuh dalam 1,5 jam perjalanan.

DSC02458

Untuk bisa masuk ke dalam goa ini, kamu tidak perlu memakai pakaian dan perlengkapan khusus. Sedangkan untuk goa vertikal harus melalui lobang sedalam 32m dan turun menggunakan tali sling. Pada saat turun, sensasinya luar biasa! Turun masuk ke dalam goa melalui mulut goa yang hanya memiliki lubang sebesar ukuran tubuh orang dewasa dan kemudian turun sedalam 32 m dalam keadaan gelap gulita. Hanya lampu dari headlamp saja yang menjadi alat penerangan. Saya dan tim menjelajah ke beberapa bagian goa sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh 4-6 jam.

 

296578_2291133849136_1572706259_2293941_2134059303_n

Untuk perjalanan Goa Vertikal ini, saya dan tim diharuskan untuk memakai pakaian dan perlengkapan khusus caving yang terdiri dari baju caving, helm, dan sepatu boot karet. Perjalanan selama di goa sangat menantang dan seru. Memanjat, turun diantara dinding tebing, melewati celah yang sempit, lompat melewati jurang kecil yang sebenarnya sangat dalam. Dan masih banyak lagi rintangan seru lainnya di dalam sana.

Ketika sudah setengah perjalanan, guide menyuruh kami untuk berhenti dan mematikan semua lampu (senter/headlamp) dan berdiam diri menikmati sunyinya keadaan goa. Semacam refleksi diri. Bahwa manusia memang hanya seperti debu yang kecil diantara dunia yang begitu luasnya. Perjalanan menjelajah isi perut bumi ini membutuhkan stamina fisik yang kuat karena rintangan yang cukup berat. Ketika diberitahu bahwa kami hampir sampai di ujung goa, rasanya alhamdulillah banget. Bukan kenapa, tapi karena saat itu nafas saya sudah terengah-engah kecapekan.

Okay, berikut beberapa tips penting bagi kalian yang mungkin belum pernah melakukan caving:

  • Jangan lupa memasukkan baju hangat, senter/headlamp ketika kamu sedang packing persiapan.
  • Rajin-rajinlah olahraga menjelang hari keberangkatan supaya stamina tetap terjaga.
  • Pada saat masuk ke goa minat umum, walaupun jaraknya dekat tetap usahakan untuk memakai sendal gunung karena medannya licin.
  • Untuk menghindari dehidrasi karena kecapekan, kamu bisa bawa tas/drybag kecil yang berisi air minum.

2 Comments

  1. Kangen tempat ini, perna ngabuburit puasa sampil caving bikin ngos2an 🙁

    • @cumilebay.com: wah, seriusan ngabuburit sambil caving? ada planning caving lg? ikut dong… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *