Saatnya untuk Hidup Lebih Sehat lagi…!

Sekitar beberapa tahun belakangan ini muncul tren gaya hidup sehat, organik, raw food, dan sebagainya. Bukan bermaksud untuk sok ikutan tren, sekitar satu tahun belakangan saya pun mencoba untuk hidup lebih sehat lagi. Dimulai dari mencoba bikin green smoothies atau green juice sendiri di rumah. Pertama kali saya tahu hal ini karena kebetulan follow akun instagramnya @sophienavita. Lihat-lihat resep yang mbak Sophie bikin. Terus sempet juga beli e-booknya tentang green smoothies dan e-book #UntukmuIbu kolaborasi dengan Janti Wignjopranoto (@alterjiwo) dan Yoesi Ariyani (@yoear)

Kenapa baru sekarang saya memulai hidup sehat? Well, lebih baik telat daripada tidak sama sekali kan? Sebenarnya ada beberapa alasan. Salah satunya, badan saya punya reaksi tertentu terhadap MSG. Pasti pada tahu kan ya apa itu MSG? Itu loh bumbu penyedap yang sering ditambahin ke masakan supaya rasanya lebih maknyus. Awalnya ngeh kalau suka pusing dan bahkan migren setelah makan di restoran atau kaki lima.

Pernah juga ada satu kejadian dimana tubuh saya bereaksi “heboh” setelah saya makan di sebuah restoran di kawasan Semanggi. Waktu itu sampai masuk UGD karena mata merah, jantung berdebar kencang hingga timbul rasa nyeri, lemas, pusing migrain. Enggak karuan lah pokoknya.

Sejak kejadian itu, saya trauma berat untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Yah memang sih kalau lagi makan di luar rumah, enggak bisa sepenuhnya bebas dr MSG. Tapi sekarang jadi lebih bawel untuk pesan makanan yang enggak pakai MSG.

Sampai suatu saat saya mendapat informasi soal green smoothies dan green juice di beberapa akun instagram yang saya follow. Mulai deh saya browsing sana sini soal bagaimana memulai hidup sehat. Kala itu, tren gaya hidup sehat mulai marak. Pas @sophienavita bikin e-book tentang green smoothies ini, saya tertarik untuk beli. Walaupun setelah waktu itu beli, sempet dianggurin beberapa lama.

Berbekal e-book dari @sophienavita, sedikit nekat dan segudang penasaran, saya mulailah bikin green juice tanggal 16 Juni 2014. Percobaan pertama green juice pakai komposisi pokcoy, timun, seledri, apel, lemon juice dan kunyit. Rasanya? Ajaib! Tapi lumayan juga untuk percobaan pertama kali ini. Nah ini nih penampakan green juice pertama saya.

first-green-juice

Memang pada dasarnya saya suka sayur apapun, termasuk pare, daun singkong, daun pepaya, dan daun-daunan lainnya yang rasanya pahit sepahit kehidupan yang fana ini. Buah juga suka semua, kecuali durian kali ya yang gak bisa makan terlalu banyak.

Berlanjut lagi, bikin green smoothies atau juice ini jadi kesenangan tersendiri. Walaupun harus repot-repot dulu beli sayuran dan buah-buahannya. Pernah juga coba kombinasiin Pare-kiwi-lemon juice. Rasanya? Sedikit pahit tapi segeeer!

pare-kiwi-lemonjuice

Teman-teman atau orang-orang di lingkungan sekitar saya jadi suka nanya. “Lo diet ya? blablabla”. Bukannya diet, tapi saya jadi sadar untuk hidup (lebih) sehat lagi dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah sekarang udah berkurang banget migrainnya, nyeri di perut, dan gejala-gejala lain yang dulu sempat muncul.

Oiya buat yang belum tahu, Sophie Navita yang pertama kali mengkampanyekan green smoothies ini melalui kampanye dan komunitas #Indonesiamakansayur.

 

Selamat mencoba green smoothies/juice pertamamu!

3 responses

  1. Udah sering baca soal green smoothies ini dimana-mana, tapi belum sekalipun nyoba bikin sendiri. Masih suka bingung, gimana rasanya bikin jus dari sayuran. Kalau makan sayuran normal sih, suka. Dijus? Belum tahu hehehe … Mohon bimbingannya kakaaa 🙂

    • Sebenernya itu hanya salah satu cara/alternatif untuk memperbanyak asupan sayuran, selain dengan dimakan sebagai lauk pauk… Enak kok rasanya, tapi pasti harus trial and eror untuk dapetin komposisi yang pas! Hehe. Mulai dari jenis sayuran yang sudah familiar rasanya di mulut. Padukan dengan buah yang disukai. Bisa coba tuh resep green juice pertama yang ada di postingan. Tapi coba tanpa kunyit dan seledri. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *